Arsip Blog

Tips & Trik : Ajian Tolak Selingkuh


Ajian Tolak Selingkuh

  1. Yakinilah bahwa ketika Anda menikah pada saat itu Anda sedang berkomitmen dengan dirinya. Komitmen untuk membahagiakannya. Komitmen untuk saling setia. Camkan baik-baik dan jaga komitmen itu.
  2. Persarasaan cinta itu seperti kanker. Kalau sudah kena, betahun-tahun akan sulit bisa teratasi. Bahkan mungkin tak akan pernah sembuh. Bila Anda sudah menikah, jangan sekali-kali jatuh cinta. Sakit dan menyakitkan. Menyakitkan diri sendiri. Menyakiti si dia. Menyakiti pasangan anda.
  3. Kenalilah karakter perasaan cinta. Anda dan hidupkan alarm untuk mewarning dan berhati-hati. Karakter perasaan pada tiap orang itu berbeda. Mirip dengan hobi. Masing-masing orang berbeda. Begitu juga perasaan cinta dan suka, tiap-tiap orang berbeda. Karakter ini tidak ada rumusnya. Ada yang suka dengan seorang humoris. Ada yang suka dengan seorang yagn romantis. Nah, coba kenali karakter pujaan seperti apa yang bisa membawa Anda pada situasi I Can’t stop this feeling anymore….
  4. Setelah identifikasi. Ibaratnya petakan wilayah hati dan berikan warna dengan masing-masing karakternya. Setelah itu pasangi alarm. Ketika sudah masuk pada situasi yang membuat Anda tak berdaya, hidupkan alarm itu.
  5. Cepat tanggal dengan perasaan. Jangan menganggap enteng perasaan ini. Apalagi memeliharanya. Wah, repot! Setelah diagnosa Anda menyatakna ini “daerah berbahaya” segera ambil langkah darurat. Kalau emang harus tidak bertemu dulu, why not?
  6. Jaga hati dan lisan. Hati-hati dengan canda. Bercanda lah dengan orang yang memang Anda yakin tidak akan jadi masalah. Eh, ada lho mereka yang kerap menganggap serius canda.
  7. Berdoalah kepada Allah SWT untuk ditetapkan hati dalam ketaatan. Wahai Dzat Yang Membolak-balikan hati. Tetapkanlah hatiku dalam din ini dan ketaatan.

Sumber:   buku Teknik Sabar [dian rakyat]

Iklan

Demi Partai Jual Aqidah


Di salah suatu malam saya menonton salah satu TV swasta saya lihat partai yang jelas-jelas partai panutan Partai Agama tertentu tetapi salah satu anggotanya mekai pakaian yang semestinya bukan pakaian agama yang menjadi dasar Partai tersebut, sungguh malang nasibmu Islam dipermaikan oleh Partai. Akankah Islam akan dijadikan kambing hitam oleh agama lain. Kenapa umat Islam diam, kenapa umat Islam bisu, kenapa umat Islam muda menjual aqidahnya, apakah hanya karena perut mereka relah mengorbankan akhirat yang pasti.

Saya sanksi apakah anak saya nanti juga menjadi korban kelicikan suatu agama yang menghalalkan segala cara walau itu menghancurkan aqidah salah satu agama lain demi pencapaian puncak suatu Partai di DPR, tetapi setelah mencapai di Gedung DPR mereka akan kembali ke dasar partainya masing-masing. Alangkah malang nian wahai umat Islam, kau di perdaya dengan silaunya dunia.

Saya kira masih banyak cara halal yang dapat di pergunakan untuk mengisi perut, bukan dengan cara menghalalkan segala cara, menghalalkan sesuatu yang samar-samar, bukankan samar-samar juga diharapkan oleh hadits nabi.

Semoga saya keliru, dan semoga agama Islam tidak seperti yang saya lihat.

Wassalam

Filosofi Air


Filosofi Air
Air adalah simbol dari para praktisi Tai-Chi yang sempurna, dalam arti yang telah sungguh-sungguh ‎mendalami, menghayati dan mengamalkan ilmunya itu.
Hidupnya akan penuh dengan keseimbangan, ‎keselarasan, keharmonisan. Tapi bukan berarti sempurna dengan mutlak.
Dalam air terkandung sifat-‎sifat kebebasan, spontan, kerendahan hati, dan kekuatan dalam daya lenting untuk menerima perubahan ‎tanpa kecemasan dan ketegangan.‎
Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah
Air mematikan api dan membersihkan kotoran.‎
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri
Dalam bentuk uap dan kembali mengembun.‎
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu
Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok
untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati.
Karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun
Yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.
Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

MACAM-MACAM CINTA


MACAM-MACAM CINTA

Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam, yaitu:
1. Cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
2. Cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman, “Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
3. Cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman, “Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
4. Cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang Idibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah  berfirman dalam surat Yusuf ayat 8, “Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.”

Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.

Ainul Mardiyah


Ainul Mardiyah
(Bidadari Surga)

Kisah ini Sudah sangat terkenal. Penulis diambil dari salah seorang blogger. Ada bebrapa referensi lain, misalnya dari milis, Myquran. Ataupun dari milis. Yang saya pahami, bahwa kisah ini hanyalah karangan seorang sastrawan Aceh, untuk memberikan semangat kepada pemuda pemuda di Aceh dalam melawan penjajahan. Jadi bukan kisah nyata. Wallahu a’lam. Namun demikian, alangkah bagusnya jika kita bisa mengambil ibroh/pelajaran dari kisah kisah tersebut._________________________________________________
Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka”
Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:”Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?” “Ya, benar, anak muda” kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:”Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.”
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.
Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:”Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .” Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: “Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: “Pergilah kepada Ainul Mardiyah.” Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: “Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .”
“Assalamu’alaikum” kataku bersalam kepada mereka. “Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?” Mereka menjawab salamku dan berkata: “Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu” Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.
Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: “Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . …”
Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: “Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.” Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: “Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama”.
Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).

Bidadari Surga….
Siapa diantara kita yang tak menginginkannya

%d blogger menyukai ini: